“INDONESIA BEROBSESI”

Gambar

 

Negara terkaya di dunia.  Siapa yang tak kenal Indonesia? Negara yang terletak di antara dua benua dan dilewati oleh garis katulistiwa.  Hasil survai dan verifikasi Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2012, diketahui bahwa Indonesia saat ini terdiri 13.000 pulau dari Sabang sampai Marauke. Sensus BPS 2010 indonesia memiliki 1.340 suku bangsa. Kekayaan alam Indonesia yang besarnya takternilai mulai dari barang tambang, minyak bumi, hutan, perkebunan, persawahan dll. Ini semua menjadi daya tarik tersendiri orang-orang asing atau orang non pribumi.

Sila ke-2 “ Kemanusian Yang Adil dan Beradab” dan UUD 1945 pasal 33 ayat 3 berbunyi: “Bumi, Air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan sila ke-2 ini semua undang-undang kita, prilaku kita, semua orientasi hidup kita harus didasarkan pada nilai–nilai kemanusiaan yang adil, yang beradab dan yang harmonis dengan alam raya (M.Yudhie Haryono). Pasal 33 ayat 3 memiliki eksersi misi kita dalam berbuat , bertindak, dan berprilaku dalam bernegara. Sila ke-2 dan UUD 1945 pasal 33 ini, memiliki diksi yang sangat luar biasa dasyatnya dan mendunia.

Kekayaan alam Indonesia yang takterhingga, tidak dapat dikelola dengan baik oleh negara, sehingga banyak negara-negara asing mengambil alih kekayaan alam indonesia melalui infestasi, pendirian pertambangang yang besar dll. Indonesia yang mereka anggap ladang emas untuk masa depan, mereka keruk secara besar-besaran, dan habis-habisan dengan donasi dana pengelolaan untuk negara sangalah kecil. Rakyat biasa tidak tahu menau bahwa Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk blok Migas, blok Pertambangan, blok Hutan, dan Blok Ekonomi Bebas, dimana total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) sudah menjadi pemodal asing. Sebanyak 85% kekayaan migas, 75% kekayaan batubara, 100% pertambangan tembaga dan emas, 50% lebih kekayaan perkebunan, dan hutan, 69% perbangkan dikuasai modal asing, dimana 90% seluruh hasilnya dinikmati oleh orang asing.

Memahami Indonesia sama halnya memahami sebuah lingkungan pedesaan yang kumuh akibat dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Indonesia yang tadinya Asri, fresh kemudian menjadi lingkungan yang kumuh akibat injure para pengelolanya sehingga berdampak inklusif terhadap Indonesia. Indonesia adalah sebuah mahakarya sang pencipta, untuk kaum pribumi berfikir, bekerja, dan berusaha dalam mengelola kekayaan terselubung didalamnya. Jelas ilustrasi ini tidak mungkin saya gambarkan seperti ini, apabila orang Indonesia secara inklusif bersama-sama mengelola negara ini sesui amanat pancasila. Bercermin pada realita, indonesia sekarang ini masih banyak hutang luar negeri, tingkat kemiskinan yang tinggi, tingkat pengnguran yang tinggi, kualitas pendidikan yang rendah, input serta output pendidikan yang kurang, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta ketidak sepikiranya para pemimpin bangsa ini yang membuat abstrak masa depan generasi penerus bangsa.

Dalam teori sosial multikultural lebih banyak memperdayakan orang-orang yang kurang memiliki kekuatan atau kaum lemah. Apabila kita kaji teori ini sangat tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada dan mengkonstruk indonesia. Realita terkini anak jalanan sering menyanyikan permasalahan negeri dengan segala keinginannya, mulai dari kemiskinan yang segera dituntaskan, hak hidup layak, pendidikan yang adil dan merata, pelatihan kreatifitas masyarakat, perbanyak (lembaga suadaya masyarakat) LSM, pemberdayaan kaum lansia, pemekaran pasar-pasar tradisional, penyelesaian konflik antar suku bangsa, dan kepemimpinan yang bersih. Sangat mengesankan sekali mereka kaum mayoritas kritis yang termajinalkan oleh kaum minoritas elitis. Kesetaraan, keadialan dalam berbagai hal sangat sekali diimpikan oleh kaum mayoritas kelas bawah, yang selalu berlumuran darah dalam menjalankan roda kehidupan negara yang sangat dicintanya.

Iklan
By Muhammad Fauzan Muttaqin Posted in informasi